Minggu, 04 Maret 2012

Mandikan aku bunda....

Add caption




Kisah mengharukan, Mandikan Aku Bunda




Mohon maaf kalau salah post

Di bawah ini adalah salah satu contoh tragis.

Sering kali orang tidak mensyukuri apa yang diMILIKInya sampai akhirnya

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.

Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka. Konon, nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah ''alif'' dan huruf terakhir ''ya'', jadilah nama yang enak didengar: Alifya. Saya tak sempat mengira, apa mereka bermaksud menjadikannya sebagai anak yang pertama dan terakhir.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadual Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.

Kakek-neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu, tentang kehebatan ibu-bapaknya. Tentang gelar dan nama besar, tentang naik pesawat terbang, dan uang yang banyak.

''Contohlah ayah-bunda Alif, kalau Alif besar nanti.'' Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani, berpesan di akhir dongeng menjelang tidurnya.

Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau dia minta adik. Terkejut dengan permintaan tak terduga itu, Rani dan suaminya kembali menagih pengertian anaknya. Kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini ''memahami'' orang tuanya. Buktinya, kata Rani, ia tak lagi merengek minta adik. Alif, tampaknya mewarisi karakter ibunya yang bukan perengek. Meski kedua orangtuanya kerap pulang larut, ia jarang sekali ngambek.

Bahkan, tutur Rani, Alif selalu menyambut kedatangannya dengan penuh ceria. Maka, Rani menyapanya ''malaikat kecilku''.

Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orangtuanya super sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam, saya iri pada keluarga ini.

Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby sitter. ''Alif ingin Bunda mandikan,'' ujarnya penuh harap. Karuan saja Rani, yang detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, gusar. Ia menampik permintaan Alif sambil tetap gesit berdandan dan mempersiapkan keperluan kantornya. Suaminya pun turut membujuk Alif agar mau mandi dengan Tante Mien, baby sitter-nya. Lagi-lagi, Alif dengan pengertian menurut, meski wajahnya cemberut.

Peristiwa ini berulang sampai hampir sepekan. ''Bunda, mandikan aku!'' kian lama suara Alif penuh tekanan. Toh, Rani dan suaminya berpikir, mungkin itu karena Alif sedang dalam masa pra-sekolah, jadinya agak lebih minta perhatian. Setelah dibujuk-bujuk, akhirnya Alif bisa ditinggal juga.

Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. ''Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency.'' Setengah terbang, saya ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, si malaikat kecil, keburu dipanggil pulang oleh-Nya.

Rani, ketika diberi tahu soal Alif, sedang meresmikan kantor barunya. Ia shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Setelah pekan lalu Alif mulai menuntut, Rani memang menyimpan komitmen untuk suatu saat memandikan anaknya sendiri.

Dan siang itu, janji Rani terwujud, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. ''Ini Bunda Lif, Bunda mandikan Alif,'' ucapnya lirih, di tengah jamaah yang sunyi. Satu persatu rekan Rani menyingkir dari sampingnya, berusaha menyembunyikan tangis.

Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung di sisi pusara. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu, berkata, ''Ini sudah takdir, ya kan. Sama saja, aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, ya dia pergi juga kan?'' Saya diam saja.

Rasanya Rani memang tak perlu hiburan dari orang lain. Suaminya mematung seperti tak bernyawa. Wajahnya pias, tatapannya kosong. ''Ini konsekuensi sebuah pilihan,'' lanjut Rani, tetap mencoba tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja meniupkan aroma bunga kamboja.

Tiba-tiba Rani berlutut. ''Aku ibunyaaa!'' serunya histeris, lantas tergugu hebat. Rasanya baru kali ini saya menyaksikan Rani menangis, lebih-lebih tangisan yang meledak. ''Bangunlah Lif, Bunda mau mandikan Alif. Beri kesempatan Bunda sekali saja Lif. Sekali saja, Aliiif..'' Rani merintih mengiba-iba. Detik berikutnya, ia menubruk pusara dan tertelungkup di atasnya. Air matanya membanjiri tanah merah yang menaungi jasad Alif. Senja pun makin tua.
-- Nasi sudah menjadi bubur, sesal tidak lagi menolong.

-- Hal yang nampaknya sepele sering kali menimbulkan sesal dan kehilangan yang amat sangat.

-- Sering kali orang sibuk 'di luaran', asik dengan dunianya dan ambisinya sendiri tidak mengabaikan orang-orang di dekatnya yang disayanginya. Akan masih ada waktu 'nanti' buat mereka jadi abaikan saja dulu.

-- Sering kali orang takabur dan merasa yakin bahwa pengertian dan kasih sayang yang diterimanya tidak akan hilang. Merasa mereka akan mengerti karena mereka menyayanginya dan tetap akan ada.

MEREKA LUPA BAHWA ALLAH YANG MENENTUKAN SEMUANYA. HIDUP, MATI, RIZQI, JODOH HANYA TUHAN YANG MENENTUKAN.

"Set Fire To The Rain"

"Set Fire To The Rain"

I let it fall, my heart,
And as it fell you rose to claim it
It was dark and I was over
Until you kissed my lips and you saved me

My hands, they're strong
But my knees were far too weak
To stand in your arms
Without falling to your feet

But there's a side to you
That I never knew, never knew.
All the things you'd say
They were never true, never true,
And the games you play
You would always win, always win.

[Chorus:]
But I set fire to the rain,
Watched it pour as I touched your face,
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming out your name, your name!

When I lay with you
I could stay there
Close my eyes
Feel you here forever
You and me together
Nothing is better

'Cause there's a side to you
That I never knew, never knew,
All the things you'd say,
They were never true, never true,
And the games you play
You would always win, always win.

[Chorus:]
But I set fire to the rain,
Watched it pour as I touched your face,
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming out your name, your name!

I set fire to the rain
And I threw us into the flames
Where it felt something die
'Cause I knew that that was the last time, the last time!

Sometimes I wake up by the door,
That heart you caught must be waiting for you
Even now when we're already over
I can't help myself from looking for you.

[Chorus:]
I set fire to the rain,
Watched it pour as I touched your face,
Well, it burned while I cried
'Cause I heard it screaming out your name, your name

I set fire to the rain,
And I threw us into the flames
Where it felt something die
'Cause I knew that that was the last time, the last time, oh, ohhhh!

Oh noooo
Let it burn
Oh oh ohhhh
Let it burn
Oh oh ohhhh
Let it burn
Oh oh ohhhh

"Rolling In The Deep" "Rolling In The Deep" rolling in the deep

"Rolling In The Deep"


There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch, it's bringing me out the dark
Finally I can see you crystal clear
Go 'head and sell me out and I'll lay your ship [shit] bare
See how I leave with every piece of you
Don't underestimate the things that I will do

There's a fire starting in my heart
Reaching a fever pitch
And it's bringing me out the dark

The scars of your love remind me of us
They keep me thinking that we almost had it all
The scars of your love, they leave me breathless
I can't help feeling
We could have had it all
(You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand
(You're gonna wish you never had met me)
And you played it, to the beat
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)

Baby, I have no story to be told
But I've heard one on you
And I'm gonna make your head burn
Think of me in the depths of your despair
Make a home down there
As mine sure won't be shared

(You're gonna wish you never had met me)
The scars of your love remind me of us
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
They keep me thinking that we almost had it all
(You're gonna wish you never had met me)
The scars of your love, they leave me breathless
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
I can't help feeling
We could have had it all
(You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside your hand
(You're gonna wish you never had met me)
And you played it, to the beat
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
Could have had it all
Rolling in the deep
You had my heart inside of your hand
But you played it, with a beating

Throw your soul through every open door
Count your blessings to find what you look for
Turn my sorrow into treasured gold
You'll pay me back in kind and reap just what you've sown

(You're gonna wish you never had met me)
We could have had it all
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
We could have had it all
(You're gonna wish you never had met me)
It all, it all, it all
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)

We could have had it all
(You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand
(You're gonna wish you never had met me)
And you played it to the beat
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)

We could have had it all
(You're gonna wish you never had met me)
Rolling in the deep
(Tears are gonna fall, rolling in the deep)
You had my heart inside of your hand
(You're gonna wish you never had met me)

But you played it
You played it
You played it
You played it to the beat.


about adelle


Adele Laurie Blue Adkins atau dikenal sebagai Adele (lahir di TottenhamLondon5 Mei1988; umur 23 tahun) adalah penyanyi jazz dan soul serta penulis lagu dari Inggris yang memiliki suara kontralto. Sejak album debutnya, 19, Adele telah menerima banyak pengakuan baik secara komersial dan kritis. Album tersebut memulai debutnya di nomor satu dan telah disertifikasi 4x platinum di Inggris. Pada Grammy Awards tahun 2009, Adele memenangkan penghargaan untuk Pendatang Baru Terbaik dan Penampilan Vokal Pop Terbaik.[2][3]
Adele merilis album keduanya, 21 pada tanggal 24 Januari 2011 di Inggris dan 22 Februari di Amerika Serikat.[4][5] Album ini sukses baik secara kritis dan komersial,[6] menjual 208.000 kopi dalam minggu pertama di Inggris dan memulai debutnya pada nomor satu diUK Singles Chart, posisi tersebut berhasil bertahan selama enam belas minggu.[7] Di Inggris, 21 telah disertifikasi 10x Platinum untuk penjualan sebesar 3 juta unit.[8] Album ini memulai debutnya di nomor satu Billboard 200 di Amerika Serikat, menjual 352.000 kopi dalam minggu pertama.[5][9] Album ini berada di nomor satu di tangga lagu 17 negara Eropa dan Amerika Serikat.[10]
Setelah tampil di BRIT Awards, lagu "Someone Like You" mencapai nomor satu di Inggris, sementara album juga menetap di nomor satu. "Someone Like You" memegang posisi nomor satu selama empat minggu berturut-turut.[11][12] Lagu ini juga telah menghabiskan 2 minggu di nomor satu tangga lagu Selandia Baru[13] dan 5 minggu di nomor satu tangga lagu Australia.[14] Official Charts Company mengumumkan bahwa Adele adalah artis hidup pertama yang mencapai prestasi atas lima hits baik di Official Singles Chart dan Official Albums Chart secara bersamaan sejak The Beatles pada 1964.[11][12][15] 21 telah menghabiskan sebelas minggu berturut-turut pada nomor satu di Inggris, terlama dari yang pernah ada oleh artis solo wanita pada UK Albums Chart, melebihi Madonna yang menetap selama sembilan minggu di nomor satu pada tahun 1990 dengan kompilasi hitsnya, The Immaculate Collection.[16] Di Amerika Serikat, album ini telah menghabiskan total sebelas minggu di puncak Billboard 200.[17] Album ini juga memecahkan rekor untuk unduh digital paling laris di Inggris.[18] Pada Mei 2011, penyanyi ini senilai £6 juta, mengikatnya denganLily Allen dan Duffy untuk tempat ke-9 pada daftar bintang musik terkaya Inggris dan Irlandia di bawah usia 30.[19]



Biografi

1988-2005: Kehidupan awal

Adele Laurie Blue Adkins lahir di Tottenham, London, Inggris, dari seorang ibu remaja tunggal pada 5 Mei 1988.[20][21] Dia mulai menyanyi pada usia empat tahun dan menegaskan bahwa dia sangat terobsesi dengan suara.[22][23] Adele telah mengutip Spice Girlssebagai pengaruh utama dalam hal cinta dan gairahnya dalam bermusik, menyatakan bahwa "mereka yang membuat saya seperti sekarang ini."[24]
Pada usia 11, Adele dan ibunya pindah ke West Norwood, London Selatan.[25] West Norwood adalah topik untuk rekaman pertama Adele, "Hometown Glory" yang ditulis ketika usia 16.[26] Setelah pindah ke London Selatan, ia menjadi tertarik dengan penyanyi R&B seperti AaliyahDestiny's Child dan Mary J. Blige.[27]


2006-2008: Awal karir


Adele tampil di Kilburn, London pada 2007
Adele lulus dari Brit School di Croydon pada Mei 2006[28][29] yang saat itu sekelas dengan Leona Lewis dan Jessie J.[30][31] Di sekolah, dia lebih tertarik dengan A&R dan berharap untuk meluncurkan karir orang lain.[30] Empat bulan kemudian, Adele menerbitkan dua lagu pada edisi keempat seni online PlatformsMagazine.com.[32] Dia telah merekam tiga demo lagu untuk proyek kelasnya dan memberikannya kepada seorang teman[30] yang memosting ke halaman Myspace. Lagu ini menjadi sangat sukses dan Adele mendapat panggilan dari label musik XL Recordings.[31] Dia meragukan jika tawaran tersebut sungguh-sungguh karena perusahaan rekaman yang dia ketahui hanyalah Virgin Records, lalu dia membawa temannya saat pertemuan rapat.[31][33] Kemudian Adele menandatangani kontrak dengan XL pada bulan September 2006.[34] Lagu terobosan Adele, "Hometown Glory" dirilis pada Oktober 2007.[34]

2008-2010: 19 dan keberhasilan komersial


Adele tampil di Paradiso pada tahun 2008.
19 memasuki nomor satu tangga lagu Inggris. Dia merilis singel kedua "Chasing Pavements" pada 14 Januari 2008, dua minggu menjelang album debutnya, 19. Lagu ini mencapai nomor dua di tangga lagu Inggris dan menetap disana selama empat minggu.[35] Pada bulan Maret 2008, Adele menandatangani kesepakatan dengan Columbia Records dan XL Recordings untuk menggebrak Amerika Serikat.[36] Dia memulai tur singkat di Amerika Utara pada bulan yang sama.[36] Tur dunia An Evening with Adele dimulai pada Mei 2008 dan berakhir pada Juni 2009. Dia kemudian membatalkan tur AS tahun 2008 karena kencannya dengan mantan pacar. Dia mengatakan di majalah Nylon pada Juni 2009, "Saya minum terlalu banyak dan itu merupakan dasar hubungan saya dengan pria ini, saya tidak tahan tanpanya.. Jadi saya seperti, baiklah, oke, Saya akan membatalkan tur saya kemudian... Saya tidak percaya saya melakukan itu ... Tampak seperti tak tahu terima kasih". Pada November 2008 Adele pindah ke Notting Hill setelah meninggalkan rumah ibunya, sebuah langkah yang mendorongnya untuk berhenti minum.[37] 19 dirilis di Amerika Serikat pada bulan Juni,[38][39] tetapi sampai Oktober 2008, tampak jelas upaya Adele untuk untuk mendobrak Amerika telah gagal.[40][41] Adele akan menjadi tamu pada episode tanggal 18 Oktober dari Saturday Night Live (SNL). Program ini memperoleh peringkat terbaik dalam 14 tahun dengan 17 juta pemirsa. Adele menampilkan "Chasing Pavements" dan "Cold Shoulder"[42] dan pada hari berikutnya, 19 langsung menduduki puncak tangga lagu iTunes dan peringkat lima di Amazon.com sementara "Chasing Pavements" naik ke 25 besar.[43] Album ini mencapai nomor 11 di Billboard 200, melompat 35 tempat dari minggu sebelumnya.[44] Album ini bersertifikasi Emas pada Februari 2009 olehRIAA.[45] Pada bulan Juli 2009, album ini telah terjual 2,2 juta kopi di seluruh dunia.[46]
Pada Grammy Awards ke-51 tahun 2009, Adele memenangkan penghargaan dalam kategori Pendatang Baru Terbaik dan Penampilan Vokal Pop Wanita Terbaik.[2][47] Dia juga dinominasikan dalam kategori Rekaman Terbaik Tahun Ini dan Lagu Terbaik Tahun Ini.[48]Adele juga dinominasikan untuk tiga Brit Awards dalam kategori Best British Female, Best British Breakthrough Act dan Best British Single.[49]
Pada tahun 2010, Adele menerima nominasi Grammy untuk Penampilan Vokal Pop Wanita Terbaik atas "Hometown Glory".[50] Pada bulan April lagu "My Same" memasuki German Singles Chart setelah dinyanyikan oleh Lena Meyer-Landrut di ajang bakat kontesUnser Star für Oslo (Bintang Kami untuk Oslo) saat kontestan Jerman di Kontes Lagu Eurovision 2010 telah ditentukan. Pada akhir September, setelah tampil di The X Factor, "Make You Feel My Love" Bob Dylan versi Adele kembali memasuki nomor 4 UK Singles Chart.


2010-sekarang: 21 dan pemecahan rekor

Adele merilis album studio keduanya, 21, pada tanggal 24 Januari 2011 di Inggris dan 22 Februari di Amerika Serikat.[5][51] Suara album digambarkan sebagai musik klasik, kontemporer dan country. Pemilihan judul mencerminkan pertumbuhan yang telah dialaminya dalam dua tahun terakhir.[51] 21 menjadi hit nomor 1 di 18 negara, termasuk Amerika Serikat.[52] Pada Juni 2011, Adele telah menjual 2,5 juta eksemplar dan 992.000 kopi digital di Amerika Serikat, menjadikannya sebagai album dengan penjualan terbaik di dua kategori rersebut pada paruh pertama tahun 2011.[53] Singel pertama, "Rolling in the Deep" mencapai nomor 1 di 8 negara termasuk Billboard Hot 100.[6][54] Lagu ini telah terjual 4,5 juta kopi digital di Amerika Serikat saja.[53]
Di Inggris, album juga menduduki posisi teratasdengan menjual 208.000 kopi dalam minggu pertama menjadikannya penjualan terlaris dalam lima tahun. Pada pertengahan Februari 2011. setelah penampilan di Brit Awards, lagu "Someone Like You" langsung memuncak di nomor 1 UK Singles Chart, sementara album 21 juga menetap di nomor 1. Menurut Official Charts Company, Adele adalah artis hidup pertama yang mencapai prestasi atas lima hits baik di Official Singles Chart dan Official Albums Chart secara bersamaan sejak The Beatles pada tahun 1964.[55][56] Album ini menghabiskan sebelas minggu berturut-turut di nomor satu, sebelum terlempar dari tempat teratas oleh Wasting Light milik Foo Fighters.[57] Minggu berikutnya, meskipun Adele kembali menempati dan memegang nomor satu selama lima minggu berturut-turut.[58] Pada bulan Juli, singel "Someone Like You" menjadi lagu pertama yang menjual lebih dari satu juta kopi di Inggris dalam dekade ini.[59]
Untuk mempromosikan album ini, Adele memulai tur Adele Live. Pada Agustus 2011, dalam edisi majalah Q, Adele mengungkapkan bahwa dia telah menulis tujuh lagu untuk album berikutnya dan berjanji akan lebih intim dari dua album sebelumnya. "Saya ingin (album) ini terdengar cukup akustik dan didominasi piano. Ini akan menjadi sebuah produksi besar,” katanya seperti dilansir Guardian.co.uk. Adele lalu menambahkan, ia akan meninggalkan warna R&B dan mulai menyelidiki musik country yang ia temukan saat melakukan lawatan Amerika Serikat.[60] Adele mengenang ketika seorang sopir bus memperkenalkan musik country pertama kali kepadanya sewaktu ia melakukan lawatan ke Amerika Serikat untuk album pertamanya, 19 (2008). “Dia memperkenalkan saya semua musik country, blues, gospel dan bluegrass dan saya secara konstan bertanya, ‘Siapa ini? Dari mana ini?’” kisahnya.[60]


Keartisan dan pengaruh

Suara Adele digambarkan sebagai kontralto.[61] Awalnya, para kritikus menyatakan bahwa vokalnya lebih berkembang dan menarik daripada keterampilan menulis lagu, dan Adele setuju dengannya.[62] Album pertama Adele mengambil genre soul dengan lirik yang menggambarkan patah hati dan hubungan.[38] Keberhasilannya terjadi bersamaan dengan beberapa penyanyi soul perempuan dari Inggris lainnya, dengan pers Inggris menjulukinya sebagai Amy Winehouse yang baru.[30] Hal ini digambarkan sebagai Invasi Musik Inggris ketiga di Amerika Serikat.[31] Namun, Adele menyebut perbandingan antara dirinya dan penyanyi soul perempuan lainnya, memberitahu "kita adalah satu gender, bukan satu genre".[38][40][63] Pada awal 2009, pendengar dan kritikus mulai menggambarkan Adele sebagai seorang yang unik. Allmusic menulis bahwa "Adele terlalu ajaib untuk membandingkannya dengan siapa pun."[26]Beyonce Knowles, penyanyi Amerika, mengutip Adele sebagai salah satu pengaruh untuk album keempatnya, 4.[64]


Diskografi

  • 19 (2008)
  • 21 (2011)

just joke

sometimes we really like so much make e big trouble...
                        # hehe...
when i see your foot, i know that is you
                        #it's have a bad smell
we just can start from the smallest
                        #cause i don't have the bigger
if you need me, you know where i am
                        #i'm beside you remember !
don't be angry to me cause i truth with my says
                         #i talk to you that you a monster
"she is crying i believe she accept me !" boy says
                          #you step on my toe's b*tch !
i'm always reply Budi but budi never reply back :(
                          #you are more than stupid dumb !
more idea if you have brain and you use it !
                          #can you imagine you have brain but you never use it !